SAJAK KEDAI KOPI BERBATA MERAH Hari hari yang kelelahan mengitari bumi kotor Seonggok pohon kurus Kusut menyusut gontai kakinya Jengah dalam rutinitas tak tuntas Bising ini akal dengan polusi paradigma Kecuali kalbu yang menjerit kesenangan tak abadi Siramlah wahai perjaka!! siramlah Ada seember warna pelangi hasil ruang diskusi Yang membawa tagma-tagma sehat lagi menyehatkan Bagus untuk menghidupkan mayatmu lagi berbelatung Untung saja waktu belum menendangmu ke liang lahat Padahal kau telah menabung untuk batu nisanmu Untung saja keranda belum menjemputmu Padahal kau ingin mendongeng kisah pengantar tidurmu sendiri Sudahlah sayangku Itu sudah cukup Ku antar kau ke kedai kenangan Ada kopi hitam penanda istirahat Duduklah di sampingku Badan ini butuh cinta Agar jiwa kembali ke raganya Bersender kepala hangat di dinding berbata merah Hiasi rona di ingatanku Dengarkanlah kisahku.