Langsung ke konten utama

Postingan

Tazakka!

Postingan terbaru

2 JAM SEBELUM DI EKSEKUSI

Disaat semuanya telah berpikir tuk menggapai impiannya Aku berada di sebuah ambang ketidakpastian Di depan meja ku memohon  Memohon agar bisa meredakan penyakitku Aku memikirkan kejadian selanjutnya Yang akan terjadi apapun itu Baik kabar bagus dan buruk Kemana kah aku dibawa Aku telah diperbolehkan masuk fase selanjutnya Walaupun dengan keterpaksaan dan kedaruratan Kini ku berdoa, pasrah akan kehendak Tuhan Semoga aku sembuh dengan segera

SAJAK MALAM HARUM PENUH RONA

Hujan rintik pada hening suatu malam Melepas kelopak bunga melati mekar Jatuh perlahan...mengikuti alunan semilir udara lembut  Bernyanyi riang...bersenandung teduh Bersama album kenangan di rona merah hati yang berbekas Ia sunyi...ia tenang Ia ceritakan kunang-kunang kecil yang sayapnya patah Terbang rendah, membentur dahan melati putih Katanya, aku mencari kunang-kunang betina bersayap rumbai Aku ingin menjumpainya sekali lagi  dan mengatakan  Terima kasih...atas senyumanmu yang manis  Senyuman ikhlas dan mengobati segala perihku Walau musim telah berganti Walau jam pasir telah habis Walau kau dan aku sebentar lagi berpisah  Dan... Diantara sejuta kemungkinan untuk bisa bertemu kau kembali Aku akan tetap rindu... Rindu harum mengalun indah Yang mana akan bersembunyi dibalik wajah baruku Aku akan tetap rindu... Kemudian, Ia menutup kisahnya dengan doa  Mengharap impian kecilnya terkabul  Amin... Hanya rembulan membelai sayang ...

SAJAK KEDAI KOPI BERBATA MERAH

SAJAK KEDAI KOPI BERBATA MERAH Hari hari yang kelelahan mengitari bumi kotor Seonggok pohon kurus Kusut menyusut gontai kakinya Jengah dalam rutinitas tak tuntas Bising ini akal dengan polusi paradigma  Kecuali kalbu yang menjerit kesenangan tak abadi Siramlah wahai perjaka!! siramlah  Ada seember warna pelangi hasil ruang diskusi Yang membawa tagma-tagma sehat lagi menyehatkan Bagus untuk menghidupkan mayatmu lagi berbelatung Untung saja waktu belum menendangmu ke liang lahat Padahal kau telah menabung untuk batu nisanmu Untung saja keranda belum  menjemputmu Padahal kau ingin mendongeng kisah pengantar tidurmu sendiri Sudahlah sayangku Itu sudah cukup   Ku antar kau ke kedai kenangan Ada kopi hitam penanda istirahat Duduklah di sampingku Badan ini butuh cinta Agar jiwa kembali ke raganya  Bersender kepala hangat di dinding berbata merah Hiasi rona di ingatanku Dengarkanlah kisahku.