SAJAK KEDAI KOPI BERBATA MERAH
Hari hari yang kelelahan mengitari bumi kotor
Seonggok pohon kurus
Kusut menyusut gontai kakinya
Jengah dalam rutinitas tak tuntas
Bising ini akal dengan polusi paradigma
Kecuali kalbu yang menjerit kesenangan tak abadi
Siramlah wahai perjaka!! siramlah
Ada seember warna pelangi hasil ruang diskusi
Yang membawa tagma-tagma sehat lagi menyehatkan
Bagus untuk menghidupkan mayatmu lagi berbelatung
Untung saja waktu belum menendangmu ke liang lahat
Padahal kau telah menabung untuk batu nisanmu
Untung saja keranda belum menjemputmu
Padahal kau ingin mendongeng kisah pengantar tidurmu sendiri
Sudahlah sayangku
Itu sudah cukup
Ku antar kau ke kedai kenangan
Ada kopi hitam penanda istirahat
Duduklah di sampingku
Badan ini butuh cinta
Agar jiwa kembali ke raganya
Bersender kepala hangat di dinding berbata merah
Hiasi rona di ingatanku
Dengarkanlah kisahku.
Bagus, mantulll
BalasHapusBagus, mantulll
BalasHapus@Laila @Dewi Anggita makasihhh
BalasHapus